Kisah Manusia Super Yang Kusebut Ayah


Hai, bertemu kembali denganku, perkenalkan namaku Irvan Dwi Setiawan biasanya dipanggil Irvan, si bungsu dari dua bersaudara, aku merupakan mahasiswa jurusan IT sekaligus seorang blogger, sekarang aku tidak akan membahas mengenai tutorial maupun tips dan trik seputar teknologi seperti biasanya, pada kesempatan #SuperBercerita #KadoUntukPahlawan kali ini izinkan aku menceritakan sedikit kisah tentang manusia super yaitu ayahku, orang yang berperan penting dalam hidupku sampai aku bisa menjadi seperti saat ini.

Jika berbicara mengenai pahlawan pasti yang terpikir dibenak seorang anak tidak lain dan tidak bukan adalah kedua orang tuanya, baik ibu maupun ayah akan selalu menjadi sosok yang sangat berjasa di hidup seorang anak. Ibu merupakan orang yang rela mendidik, merawat dan menyusui kita hingga kita bisa tumbuh besar seperti sekarang, dari situlah seorang ibu dapat disebut sebagai pahlawan. Lalu bagaimana dengan ayah? ayah mengorbankan semua kekuatannya untuk membanting tulang demi kesejahteraan keluarganya, ayah memang tidak pernah menyusui kita akan tetapi dari setiap tetes keringatnya tiap suapan nasi menjadi susu. 

#1: Kisah Kehidupan Ayahku


Namanya Husein, anak ke 9 dari 10 bersaudara, lahir di kabupaten Cilacap provinsi Jawa Tengah 50 tahun yang lalu. Ayahku dibesarkan di keluarga yang sederhana bahkan bisa dibilang kekurangan, dari kecil ayahku mempunyai mimpi untuk mengenyam pendidikan hingga ke perguruan tinggi, akan tetapi mimipinya tersebut patah karena kondisi ekonomi orang tuanya yang buruk dan tidak memungkinkan untuk membayar biaya sekolah pada saat itu, alhasil ayahku hanya dapat menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama.

Saat usianya menginjak umur 18 tahun beliau memutuskan untuk merantau ke Jakarta dan mencoba peruntungan dengan bekerja di tempat katering, sebenarnya ayahku adalah sosok pekerja keras dan disiplin, akan tetapi gaji yang didapatkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari harinya di Jakarta, dari situ akhirnya ayahku memutuskan untuk resign dan berpindah tempat kerja sebagai pegawai di salah satu toko sepatu di Jakarta Timur.

Singkat cerita ayah bertemu dengan ibu dan merekapun menikah, empat tahun berselang anak pertama yaitu kakakku lahir. Setelah dikaruniai seorang anak kehidupan ayahku tidak lantas menjadi lebih mudah, justru sebaliknya, banyak sekali cobaan hidup yang dialami keluarga kami mulai dari rumah yang kebakaran hingga pemberhentiaan hubungan kerja secara sepihak akibat krisis moneter tahun 1998.

Dua tahun setelah PHK tepatnya pada tahun 2000 ayahku mendapat seorang anak lagi, ya itu adalah aku, aku lahir saat ayahku sedang tidak punya pekerjaan, tujuh bulan setelah kelahiranku, ayah memutuskan untuk bekerja sebagi TKI di negara tetangga yaitu Malaysia, disana dirinya bekerja sebagai petani kelapa sawit, pekerjaan yang sangat berat dan melelahkan, bayangkan saja ayahku harus mengangkat banyak buah sawit dengan berat rata-rata mencapai 50Kg, ayah mengaku saat itu dirinya hampir menyerah, akan tetapi karena mengingat masa depan pendidikan anak anaknya, ayahku tetap berusaha kuat dan tetap bekerja keras disana.

"Perjuangan Tidak Akan Pernah Mengkhianati Hasil", ungkapan tersebut sangat cocok dengan apa yang dilalui ayahku, berkat hasil kerja keras dan kedisplinannya dalam bekerja akhirnya ayahku dijadikan orang kepercayaan oleh bosnya di salahsatu perkebunan kelapa sawit di Malaysia, bukan posisi terbaik tapi setidaknya pekerjaan yang dilakukannya jauh lebih ringan dan jauh lebih menguntungkan dibanding sebelumnya.

#2: Kenapa Ayah Bisa Disebut Pahlawan?


Ayahku pernah bercerita kepadaku, ketika kakakku lahir dirinya berjanji akan berjuang untuk pendidikan anak anaknya hingga mencapai jenjang perguruan tinggi dan mengantarkan kami menjadi orang sukses di masa depan, beliau tidak ingin hidup keras yang ia rasakan terjadi juga kepada anak anaknya.

Setelah berhasil berjuang melewati berbagai rintangan dan kerasnya kehidupan, hasilnya kini perlahan sudah mulai terlihat, anak pertamanya yaitu kakaku sudah mendapat gelar sarjana komputer dan sudah mendapatkan pekerjaan yang baik. Sedangkan aku anak keduanya sekarang sedang berusaha untuk menyelesaikan kuliah dan mendapatkan gelar sarjana komputer juga sama seperti kakakku. Aku sangat bersyukur mempunyai pahlawan seperti ayah, berkat pengorbanannya aku dan kakakku dapat merasakan pendidikan hingga ke perguruan tinggi, sudah tidak terhitung berapa ribu tetes keringat yang dihasilkan oleh ayahku demi istri dan anak-anaknya, dan memang tidak ada keraguan sedikitpun bagiku untuk menyebut ayahku sebagai manusia super. 

#3: Kado Super Untuk Pahlawan

Saat ini ayahku sudah pulang ke Indonesia, dia mempunyai keinginan untuk membuka usaha rumah makan sederhana, jika ada kesempatan aku ingin memberi kado berupa modal untuk usaha ayahku. Karena kesempatan itu sekarang belum ada aku hanya bisa memberi edukasi perihal usaha yang akan digelutinya, menurutku sebelum membuka usaha ada baiknya belajar tentang ilmu berwirausaha, edukasi yang aku beri seperti tentang target pasar, manajemen dan pemanfaatan tekonolgi untuk membantu bisnis di era modern seperti ini.


Berbicara mengenai teknologi untuk membantu bisnis aku menjelaskan kepada ayah mengenai Aplikasi Super, aku mengetahuinya dari platform sosial media Instagram. Setelah aku pelajari, menurutku Aplikasi Super ini sangat bagus untuk orang yang baru mulai merintis usaha, khususnya usaha rumah makan atau toko kelontong, dengan Aplikasi Super kita bisa mendapatkan stok bahan baku maupun barang(yang akan dijual kembali) dengan harga nya murah, selain itu juga terdapat banyak diskon berupa voucher yang dapat dimanfaatkan, tentunya hal ini sangat menguntungkan bagi para pelaku usaha. Satu hal lagi yang bagiku tidak kalah penting adalah user interface/tampilan dari Aplikasi Super yang memiliki design user friendly sehingga sangat membantu bagi pengguna yang baru pertama kali menggunakannya dan dapat dengan mudah digunakan oleh semua kalangan termasuk ayahku yang sudah tidak muda lagi. Untuk kalian yang ingin memulai usaha dengan Aplikasi Super dapat Mengunduhnya DISINI (https://bit.ly/DownloadAplikasiSuper).


Nah itu tadi sepenggal kisah pahlawan dalam hidupku, pesannku untuk kalian semua adalah hormati kedua orang tua kalian bagaimanapun keadaannya sekarang, kita tidak akan pernah menjadi seperti sekarang tanpa pengorbanan yang dilakukan oleh mereka, mereka tidak ingin balas budi dari kita mereka hanya ingin melihat anak-anaknya hidup bahagia, terakhir saya ucapkan terimakasih kepada seluruh ibu dan ayah di dunia ini atas pengorbanan yang telah dilakukan.See you next time ^^ . 

Posting Komentar

8 Komentar

  1. Cerita yang cukup mengharukan, semoga ayah kita semua selalu diberi kesehatan dan rezki yg berkah Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, terimakasih sudah menyempatkan membaca

      Hapus
  2. M. Ridwan Faiz8 Juni 2022 11.59

    perjuangan yg luar biasa dari seorang ayah, jangan lupa kita harus selalu menghormati ayah dan ibu kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah mengunjungi blog saya

      Hapus
  3. Gak kebayang capeknya jadi seorang ayah, semoga ayahmu sehat selalu sob

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin makasih doanya, terimakasih sudah menyempatkan membaca

      Hapus
  4. Hebat bgt ayahmu bisa berjuang kaya gitu bro.. Salutt. Btw itu aplikasi super ada terus kah voucher diskon nya????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah membaca artikel saya. Bener banget di aplikasi super tiap hari bakal ada diskon2 menarik, langsung download aja lewat link di akhir artikel ini kalo pengen coba

      Hapus
Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)